Definisi: Adat

Kekata “adat” terpakai dalam bahasa Melayu dengan makna: “sifat yang lazim bagi sesuatu benda” misalnya: adat air cair; adat api panas; adat gula manis; adat jadam pahit dan lain-lain yang sebagainya. Tetapi, kekata “adat” itu bermakna juga: “peraturan yang sudah diamalkan turun-temurun semenjak dahuku kala” yang sudah menjadi semacam undang-undang untuk dipatuhi oleh masyarakat yang mencipta adat itu. Dalam bahasa modennya, adat peraturan itu disebut “disiplin”. Pendeknya, segala perbuatan dan amalan kita meniti hidup ini adalah dengan adat dan peraturannya seperti yang dinyatakan oleh peribahasa: adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung; “betung” ialah sejenis buluh besar.

Ungkapan “tidak beradat” selalu dibahasakan kepada orang yang tidak sopan; yang kasar kelakuannya; yang buruk perangainya dan yang sumbang tindak-tanduknya. Tidak beradat sama maknanya dengan “kurang ajar”. Orang yang tidak beradat, tidak digemari oleh masyarakatnya; malah setengah-setengah golongan menganggap orang yang tidak beradat itu sama seperti binatang. Sebab itu orang-orang bijak berkata: biarlah kita tidak berharta tetapi jangan kita tidak beradat!

Mereka yang melakukan kelakuan bersalah adat itu dihukum oleh masyarakat adatnya. Hukuman terhadap orang yang mengingkari adat itu ialah dikeluarkan dari masyarakat golongannya. Hak mengeluarkan mereka dari golongannya itu terkandung dalam peribahasa: biar mati anak jangan mati adat yang bermakna: tidak mengapa kehilangan seorang anak yang derhaka, tidak patuh, tidak hormat atau mengingkari hukum, asalkan disiplin atau adat peraturan yang memelihara keharmonian masyarakat itu dapat dipertahankan.

Mutiara Bijaksana
Terbitan Angkatan Sasterawan ’50
2011