Blog / News

Posted by:

KISAH DEDALU

Dedalu itu asalnya pemalu
merempat di bumi di tepian pepohon gagah
menciumi sang bumi
dedaunnya menunduk hormat.

Pada suatu ketika sang hujan menangis
menyegarkan pepohon gagah perkasa
hingga menjalar dedahannya
merimbun menutupi sang mentari.

Sang dedalu semakin lemah
tiada suntikan sinar mentari
lalu sang dedalu memohon
sang pohon izinkan ia menjalarkan diri kelilingnya
demi sesuap sinaran mentari.

Mulanya sang dedalu menjalar lembut dan perlahan
tatkala nikmat suntikan bahang mentari semakin terasa
dedalu semakin ghairah terus melilit tangkas
lilitan dedalu semakin kuat, tinggi dan jauh menjalar
sang pohon semakin lemah dek dahannya dibaluti sang dedalu
tiada lagi mentari yang menembusi
sekian air dan zat tersendat
salurannya dihimpit dek tekanan sang dedalu.

Dedalu semakin segar penuh nikmat
terlalu jauh meninggalkan bumi
tiada terdengar rintihan sang pohon kesakitan
terus mara bergembira.

Kemarau mula merayapi
bumi semakin kontang
mentari semakin galak
terasa tusukan panas menggerincing
sakitnya terlalu pedih
sang dedalu merengkok ke bawah
setiap jalur lilitannya kering dan terkupas
dek tusukan sang mentari tiada ikhsan
tusukan demi tusukan merobek setiap lilitan.

Akhirnya sang dedalu gugur ke bumi
kering dan kaku
atas nikmat kemegahan seketika.

Sang dedalu yang pemalu
terus kering dan luluh
menggelepar atas bumi
menciumi sang bumi.

Mohamed Pitchay Gani
30 Oktober 2009

NIE/NTU

0

Add a Comment